GLP-1 Untuk Endometriosis: Harapan Baru atau Masih Terlalu Dini?

Belakangan ini, nama “GLP-1” atau obat-obatan seperti semaglutide dan tirzepatide menjadi semakin sering terdengar. Tidak hanya dalam konteks diabetes dan penurunan berat badan, tetapi juga dalam berbagai diskusi, baik di media sosial maupun di kalangan ilmuwan, tentang kondisi peradangan kronis, termasuk endometriosis.

Apakah GLP-1 benar-benar bisa membantu perempuan dengan endometriosis? Hal ini perlu kita pahami bersama, tentunya dengan pikiran terbuka, kritis, dan berbasis bukti, karena harapan tanpa kehati-hatian dapat membawa endosisters ke jalan yang salah lho!

Kenali Dulu Istilahnya

Sebelum masuk lebih jauh, yuk kenali beberapa istilah yang akan sering muncul di artikel ini:

Nama GenerikNama DagangIndikasi Resmi
SemaglutideOzempic, WegovyDiabetes tipe 2, obesitas
LiraglutideVictoza, SaxendaDiabetes tipe 2, obesitas
TirzepatideMounjaro, ZepboundDiabetes tipe 2, obesitas

Awalnya GLP-1 dikembangkan untuk pengobatan diabetes tipe 2, obat-obatan ini kemudian terbukti efektif untuk penurunan berat badan, sehingga penggunaannya meluas.

Lalu, apa kaitannya dengan endometriosis?

Reseptor GLP-1 (tempat hormon ini bekerja) tidak hanya ditemukan di pankreas. Reseptor ini juga ditemukan di sel-sel sistem imun, jaringan lemak, dan beberapa jaringan reproduksi. Di sinilah koneksi ilmiah yang menarik mulai terbentuk.

Potensi Efek GLP-1 pada EndometriosisMekanisme yang Diduga (Berdasarkan Studi Awal)
Anti-inflamasiMenekan produksi sitokin pro-inflamasi (IL-6, TNF-α, IL-1β) yang menjadi pemicu utama peradangan pada endometriosis
Penghambatan pertumbuhan lesiAgonis GLP-1 dikaitkan dengan pengurangan ukuran lesi endometriosis dan penurunan penanda inflamasi di jaringan pada studi hewan
Modulasi sistem imunDiduga dapat memodulasi aktivitas sel imun tertentu yang berperan dalam disfungsi imun pada endometriosis
Efek metabolikPada pasien dengan obesitas atau resistensi insulin, penurunan berat badan dan perbaikan sensitivitas insulin dapat membantu mengurangi lingkungan pro-inflamasi di dalam tubuh
PERLU DIPERHATIKAN!
Sampai saat ini, belum ada uji klinis pada manusia yang secara khusus menguji efektivitas dan keamanan GLP-1 receptor agonists untuk pengobatan endometriosis. 
Mayoritas bukti yang ada masih berasal dari studi sel di laboratorium (in vitro) dan percobaan pada hewan (model tikus). Dari studi hewan ke pengobatan klinis pada manusia adalah perjalanan panjang yang memerlukan uji klinis yang ketat dan terkontrol.

Status Bukti Ilmiah Saat Ini

Jenis BuktiStatusArti untuk Pasien
Studi sel (in vitro)Ada ✓Memberikan dasar mekanistik yang menarik untuk diteliti lebih lanjut
Model hewanAda ✓Hasil awal menjanjikan, namun tidak dapat langsung diterapkan pada manusia
Uji klinis pada manusia (RCT)Belum ada ✗Inilah ‘missing link‘ yang paling krusial sebelum rekomendasi klinis dapat diberikan
Rekomendasi klinis resmiBelum ada ✗Saat ini GLP-1 RA belum direkomendasikan sebagai terapi endometriosis oleh ESHRE, ACOG, maupun ASRM

Apa yang Bisa Diharapkan ke Depan?

Minat ilmiah terhadap GLP-1 dan endometriosis sedang berkembang. Beberapa peneliti dan institusi medis mulai merancang protokol penelitian untuk menguji potensi ini pada manusia secara lebih sistematis. Jika uji klinis di masa mendatang menunjukkan hasil yang positif, GLP-1 RA berpotensi menjadi salah satu tambahan pilihan dalam manajemen endometriosis.

Apa yang Harus Dilakukan Sekarang?

  • Diskusikan dengan Dokter
    • Jika penasaran apakah GLP-1 relevan untukmu, bicarakan dengan dokter spesialis obstetri dan ginekologi
    • Dokter dapat menilai apakah ada indikasi klinis lain (seperti diabetes atau obesitas) yang mungkin membuat GLP-1 relevan dalam konteks kondisimu secara keseluruhan
  • Jangan Memulai Sendiri
    • Jangan memulai atau menghentikan pengobatan apa pun berdasarkan informasi dari media sosial atau internet (termasuk artikel ini) tanpa berkonsultasi dengan tenaga kesehatan profesional
    • Efek samping GLP-1 RA tidak sepele: mual, muntah, gangguan pencernaan, dan pada kondisi tertentu, efek yang lebih serius

GLP-1 receptor agonists adalah topik yang sangat menarik. Namun, kita berada di titik yang sangat awal. Harapan adalah hal yang baik, tetapi harapan yang dapat dipertanggungjawabkan dan berbasis bukti adalah yang terbaik. Untuk saat ini, terapi endometriosis yang sudah terbukti tetap menjadi landasan pengobatan yang dapat dipercaya.

Referensi:

  1. Becker CM, et al; ESHRE Endometriosis Guideline Group. ESHRE guideline: endometriosis. Hum Reprod Open. 2022;2022(2):hoac009.
  2. Koninckx PR, et al. Theoretical consideration on the potential role of GLP-1 receptor agonists in the treatment of endometriosis. Facts Views Vis Obgyn. 2023;15(4):299–308. doi:10.52054/FVVO.15.4.113.
  3. Abudurexiti S, et al. GLP-1 receptor agonists and endometriosis: potential mechanisms and future directions. Front Endocrinol (Lausanne). 2024;15:1329532.
  4. Saunders PTK, Horne AW. Endometriosis: new insights and opportunities for relief of symptoms. Biol Reprod. 2025;113(5):1029–1043.
  5. Mick I, et al. Comprehensive endometriosis care: a modern multimodal approach. Ther Adv Reprod Health. 2024;18:26334941241277759.
  6. Drucker DJ. GLP-1 physiology informs the pharmacotherapy of obesity. Mol Metab. 2022;57:101351.

Disusun oleh:

  • Dr. dr. Gita Pratama, Sp. O.G, Subsp. F.E.R., M.Rep.Scsp.FER, PhD – Klaster Human Reproduction, Infertility, and Family Planning (HRIFP), IMERI – Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia
  • Fatimah Adzra Khairunnisa – Mahasiswa Pendidikan Profesi Dokter FKUI

Tak Perlu Bingung Lagi!
Ukur Tingkat Kondisi Endometriosis Anda Disini